
“BATU KERAS”: Filosofi Pendidikan Khas Pondok Pesantren Al Mujtama’ Al Islami
“BATU KERAS”: Filosofi Pendidikan Khas Pondok Pesantren Al Mujtama’ Al Islami”
Membentuk Santri Tangguh, Kokoh dalam Aqidah, Kuat dalam Ilmu, dan Istiqamah dalam Ibadah
Oleh : Akbar Tanjung

Di tengah tantangan zaman yang terus bergerak cepat, Pondok Pesantren Al Mujtama’ Al Islami hadir dengan pendekatan khas dalam mendidik generasi muda Muslim. Melalui sebuah filosofi pendidikan bernama “BATU KERAS”, pondok ini menegaskan kembali komitmennya untuk mencetak santri yang memiliki daya tahan spiritual dan intelektual tinggi, sekaligus siap terjun ke tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang berakhlak dan berilmu.
🔷 Apa Itu “BATU KERAS”?
“BATU KERAS” bukan sekadar jargon, melainkan sebuah kerangka konseptual yang lahir dari perenungan panjang dan pengalaman mendidik santri selama bertahun-tahun. Filosofi ini memadukan nilai-nilai Islam klasik dengan pendekatan pendidikan kontemporer.
BATU adalah akronim dari:
- Bahasa: Penguasaan Bahasa Arab dan Inggris sebagai alat dakwah dan ilmu
- Aqidah: Keteguhan akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai fondasi iman
- Tahfizh: Hafalan Al-Qur’an sebagai ruh pendidikan pesantren
- Ubudiyah: Pembinaan ibadah yang istiqamah sebagai pembentuk kepribadian ruhani
Sedangkan kata “KERAS” menggambarkan karakter santri yang diharapkan terbentuk:
Kokoh dalam prinsip
Tahan uji dalam tantangan
Tidak mudah larut dalam arus negatif modernisasi
Siap menjadi pilar umat di tengah masyarakat

📣 Pimpinan Pondok: “Santri Zaman Ini Harus Seperti Batu Keras, Tapi Tetap Mengalirkan Manfaat”
Saat ditemui redaksi media pesantren usai kegiatan Dauroh Ubudiyah (28/6), Prof. Dr. KH. Bukhori Abdul Shomad, MA., M.Pd, selaku Pimpinan Pondok, menjelaskan secara langsung filosofi tersebut.
“Kami ingin santri itu seperti batu keras: tidak mudah hancur, tidak mudah larut, tetap kokoh walau diterpa tekanan. Tapi juga tetap bisa mengalirkan manfaat, seperti batu yang mengarahkan aliran air. Itulah gambaran santri Al Mujtama’: kuat akidahnya, kuat hafalannya, fasih lisannya, dan istiqamah ibadahnya,” tegas beliau.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa filosofi ini muncul dari kegelisahan melihat fenomena generasi muda yang mudah terombang-ambing oleh tren dan pemikiran asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
“Zaman berubah cepat, tapi pondasi akidah dan akhlak tidak boleh ikut luntur. Oleh karena itu, pendidikan pesantren harus menjawab tantangan ini dengan konsep yang kokoh dan relevan. ‘BATU KERAS’ adalah jawabannya,” lanjutnya.
📚 Korelasi dengan Kurikulum dan Kegiatan Pesantren
Filosofi ini tidak hanya berhenti pada konsep, tapi telah diimplementasikan dalam berbagai program nyata di lingkungan pondok. Beberapa kegiatan yang menjadi turunan langsung dari filosofi BATU KERAS antara lain:
1. Program Mukhoyyam Bahasa
Setiap santri diwajibkan mengikuti pelatihan intensif Bahasa Arab dan Inggris, dengan target mampu berbicara aktif dan memahami literatur klasik maupun modern.
2. Tasmi’ Tahfizh Pekanan & Kelas Tahsin Intensif
Program ini memastikan hafalan santri tidak hanya banyak, tapi juga mutqin (kuat), dan bacaan Qur’annya sesuai tajwid.
3. Kajian Aqidah Ahlus Sunnah & Telaah Pemikiran Islam Modern
Santri dibekali dengan wawasan pemikiran Islam klasik dan kontemporer agar siap berdialog dengan realitas umat masa kini.
4. Program Malam Ubudiyah dan Pembiasaan Ibadah Sunnah
Pembinaan ruhiyah dilakukan dengan qiyamul lail berjamaah, dzikir, puasa sunnah, dan pembinaan akhlak dalam kehidupan harian.
🎯 Dampak & Harapan ke Depan
Pondok Pesantren Al Mujtama’ Al Islami berharap dengan filosofi ini, akan tercetak generasi “santri unggul” yang:
Kuat aqidahnya seperti batu karang yang tak goyah
Cerdas lisannya dalam menyampaikan kebenaran
Hafidz Al-Qur’an yang berakhlak Qur’ani
Rajin ibadah dan menjadi teladan masyarakat
“Kita tidak ingin hanya melahirkan penghafal Qur’an yang diam. Kita ingin melahirkan pejuang Islam yang hidup, yang bisa menyuarakan kebenaran, menyentuh hati umat, dan membimbing mereka kepada Allah,” ujar KH. Bukhori menutup wawancara dengan penuh semangat.
📌 Penutup: Batu yang Keras, Tapi Penuh Hikmah
Filosofi BATU KERAS menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Al Mujtama’ Al Islami tidak hanya menjaga warisan pendidikan Islam, tetapi juga aktif membentuk masa depan peradaban umat. Sebab di balik kerasnya batu, ada kekuatan yang membentuk pondasi. Dan di balik keteguhan santri, ada cahaya yang akan menerangi umat.
🖋️ Redaksi Web Al Mujtama’ Al Islami
📍 Pondok Pesantren Al Mujtama’, Lampung
📅 Diterbitkan: 28 Juni 2025



