
Sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mujtama’ Al-Islami di Khutbatul Arsy Al-Mujtama’ Al-Islami Putra
Sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mujtama’ Al-Islami
Al-Ustadz. Prof. Dr. KH. Bukhori Abdul Shomad, M.A., M.Pd.
Apel Tahunan Santri & Pekan Perkenalan Santri Baru
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan terbaik bagi umat manusia, juga kepada keluarga, sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir zaman.
Para asatidz, dewan guru, para santri, serta hadirin sekalian yang dirahmati Allah,
Hari ini kita berkumpul dalam rangka Apel Tahunan Santri sekaligus menyambut Pekan Perkenalan Santri Baru. Momentum ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi titik tolak perjuangan kita untuk menanamkan semangat, karakter, dan nilai keislaman yang akan mewarnai perjalanan para santri di pondok tercinta ini.

Santri-santriku,
Ingatlah pesan ini: “Satu santri harus bernilai seribu.”
Maksudnya, seorang santri bukanlah pribadi biasa. Kalian adalah benteng agama, cahaya ilmu, dan agen perubahan umat. Kekuatan seorang santri tidak diukur dari jumlah, tetapi dari kualitas iman, ilmu, dan amalnya.
Karena itu, santri harus memiliki tiga bekal utama:
1. Bermental pejuang – tidak mudah menyerah, sabar menghadapi ujian, dan siap berjuang demi agama, bangsa, dan umat.
2. Berhati ulama – rendah hati, penuh kasih sayang, cinta ilmu, dan membawa rahmat bagi sesama.
3. Berqudwah Rasulullah ﷺ – menjadikan akhlak Nabi sebagai teladan, sehingga setiap langkah, ucapan, dan perbuatan mencerminkan sunnah beliau.

Santri yang demikianlah yang akan membawa keberkahan, menjadi kebanggaan orang tua, dan menjadi pilar peradaban bangsa.
Maka, kepada seluruh santri baru, selamat datang di keluarga besar pondok pesantren. Jadikan hari-hari di pondok ini sebagai ladang ibadah, tempat menempa diri, dan medan perjuangan. InsyaAllah, dari sinilah lahir generasi yang tangguh, cerdas, berakhlak mulia, serta siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara.
Yang saya hormati para wali santri, keluarga besar pesantren, serta hadirin sekalian yang dimuliakan Allah,
Hari ini adalah momen penting, karena kita sedang bersama-sama menitipkan amanah besar kepada pesantren, yakni anak-anak kita tercinta. Mereka bukan hanya sekadar pelajar, tetapi calon penerus perjuangan agama, penerus risalah Nabi, dan calon pemimpin umat di masa depan.
Maka, izinkan saya menyampaikan beberapa nasihat untuk para wali santri:
1. Ikhlaskan niat dalam menitipkan putra-putri kita ke pesantren – Niat yang tulus karena Allah akan melahirkan keberkahan. Jangan hanya berharap anak menjadi pintar, tapi berharaplah agar anak menjadi ‘alim, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat.
2. Bersabarlah dalam proses pendidikan – Perjalanan menuntut ilmu adalah jalan panjang. Kadang ada rindu, kadang ada ujian, kadang ada air mata. Tapi yakinlah, buah dari kesabaran itu manis, dan Allah menjanjikan kemuliaan bagi keluarga yang sabar dalam mendidik anak dengan agama.
3. Dukunglah anak-anak dengan doa dan motivasi – Jangan hanya bertanya nilai akademik, tetapi tanyakan shalatnya, akhlaknya, dan adabnya. Karena sesungguhnya keberhasilan terbesar seorang santri adalah jika akhlaknya meneladani Rasulullah ﷺ.
4. Jadilah teladan di ruma – Pendidikan pesantren tidak akan sempurna tanpa dukungan keluarga. Anak yang melihat orang tuanya istiqamah dalam shalat, sabar, dan sederhana, akan tumbuh menjadi pribadi yang kokoh dalam iman.
Wahai para wali santri,
Ketahuilah, “Satu santri bernilai seribu.” Maka, dengan dukungan penuh dari orang tua dan doa yang terus dipanjatkan, insyaAllah anak-anak kita akan menjadi generasi pejuang bermental kuat, berhati ulama, dan berqudwah Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah memberkahi perjuangan kita bersama, menjadikan anak-anak kita penyejuk mata, kebanggaan keluarga, serta cahaya bagi umat dan bangsa.
Wallāhu al-Muwaffiq ilā Aqwamit-Ṭarīq.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




